Cara Membuat Rambut Menjadi Tebal

Cara Membuat Rambut Menjadi Tebal Untuk Selengkapnya Tentang Cara Menebalkan Rambut Secara Alami Silahkan Lihat dibawah ini Cara Menebalkan Rambut Secara Alami



Dengan menggunakan Daun Mangkok Daun mangkok sangat mudah kita dapatkan dan sangat bermanfaat untuk rambut kita. Rambut mangkok dapat membuat rambut lebih tebal serta hitam. Caranya adalah ambil 10-15 lembar daun mangkok, kemudian cuci hingga bersih. Setelah itu,potong kecil-kecil dan tumbuk hingga halus. Setelah halus, campurkan sedikit air pada tumbukan daun mangkok tersebut. Oleskan secara merata pada seluruh bagian rambut disertai dengan pijatan-pijatan ringan 10-15 menit. Setelah selesai bilas rambut dengan bersih dan lakukan cara ini seminggu dua kali agar rambut lebih cepat lebat.

Dengan menggunakan lidah BuayaTanaman lidah buaya sudah terkenal memiliki beberapa khasiat, selain untuk kosmetik dan sabun, lidah buaya juga sangat bermanfaat untuk kesehatan rambut kita, khususnya untuk menebalkan serta menjaga kelembaban rambut supaya rambut kita tidak kering dan mudah diatur. caranya adalah ambil sebatang lidah buaya yang beruuran sedang, belah menjadi dua dan ambil daging dari lidah buaya tersebut, Oleskan secara merata pada rambut, diamkan selama 15-20 menit. Kemudian bilas rambut dengan bersih. Cara melebatkan rambut dengan ini bisa dilakukan secara rutin 2 kali seminggu.

Dengan menggunakan MaduMadu sangat bermanfaat bagi rambut kita, salah satu fungsi dari madu yaitu mengurangi kerontokan pada rambut karena madu sangat menjaga kekuatan pangkal rambut. caranya sangat mudah yaitu oleskan madu tersebut secara merata pada rambut, diamkan selama 15 menit dan bilas rambut dengan bersih. Lakukan cara yang seperti ini secara rutin sekali dalam seminggu.

Dengan menggunakan Bonggol PisangSebagian besar orang belum mengetahui bahwa bonggol pisang sangat bermanfaat bagi rambut kita, salah satunya yaitu untuk menjaga kekuatan rambut, melebatkan rambut dan menjaga kelembaban rambut. Sebetulnya cara melebatkan rambut seperti ini sudah dilakukan kebanyakan orang pada jaman dahulu, karena jaman dahulu belum ada shampo seperti sekarang ini. Caranya sangat mudah yaitu ambil bonggol pisang secukupnya, potong kecil-kecil dan tumbuk hingga berbusa dan mengeluarkan air. Tampung air yang dihasilkan dari tumbukan bonggol pisang tersebut, setelah itu gunakan untuk keramas disertai dengan pijatan-pijatan yang ringan, kemudian bilas hingga bersih.
Read More →

Jokowi : Jangan Kaget kalau Saya Angkut Sampah

Gubernur DKI Jakarta berupaya memberikan paradigma berbeda terkait tugas pelayanan yang diemban aparat pemerintahan. Untuk memacu semangat bawahannya, dia menyatakan siap memulai dengan contoh-contoh konkret yang dianggap pekerjaan rendahan.


Kalau saya masih lihat ada sampah-sampah seperti tadi di gambar, jangan kaget kalau nanti saya bawa truk sendiri, saya bersihkan sendiri, saya angkut sendiri ke truk.

"Kalau saya masih lihat ada sampah-sampah seperti tadi di gambar, jangan kaget kalau nanti saya bawa truk sendiri, saya bersihkan sendiri, saya angkut sendiri ke truk," kata Jokowi di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jumat (28/12/2012).

Di hadapan jajaran pejabat se-Kota Jakarta Selatan, Jokowi menampilkan di layar foto-foto yang diambilnya saat berkeliling wilayah Jakarta Selatan. Foto-foto tersebut menampilkan berbagai coretan di tembok-tembok kota pada lokasi-lokasi penting, seperti di Pancoran, flyover Kebayoran Baru, flyoverJalan Saharjo, dan di Manggarai. Ia juga menunjukkan foto-foto pedagang kaki lima yang menyalahgunakan lahan publik, lokasi-lokasi tempat pembuangan sampah, hingga lokasi-lokasi parkir liar dan taman-taman kota yang gersang.

"Saya kalau keliling-keliling sambil bawa kamera. Semua yang tidak beres saya potret. Jadi, jangan sampai harus saya tunjukkan fotonya baru diberesin," kata Jokowi mengingatkan.

Jokowi menjelaskan, sebagai aparat, tugas mereka adalah melayani masyarakat dan menyelesaikan masalah-masalah yang timbul. Untuk itu, tidak ada pekerjaan yang bisa dianggap hina jika dilakukan pejabat pemerintahan.

"Saya masuk ke dalam gorong-gorong, saya lihat sendiri kondisinya, jadi tahu masalahnya apa. Apa tak boleh gubernur masuk gorong-gorong?" tanya Jokowi.

Suku Dinas Kebersihan dan Suku Dinas Pertamanan adalah dua jawatan yang secara khusus disentil Jokowi dalam kunjungannya. Sudin Kebersihan disoroti terkait banyaknya lokasi pembuangan sampah di tempat yang tidak seharusnya. Salah satu yang diabadikan kamera Jokowi adalah lokasi pembuangan sampah di kolong flyover Saharjo, Tebet, dan di dekat lampu lalu lintas Manggarai.

"Nanti saya foto pas lagi angkut sampah, lalu foto itu saya kirim ke sudin-nya. Jangan kaget nanti kalau sudin-nya juga ikutan 'bersih' (dicopot)," kata Jokowi.

Taman-taman kota di wilayah Jakarta Selatan pun dinilainya gersang. Selain itu, taman pun banyak diterobos PKL, bahkan disalahgunakan untuk jadi tempat peternakan ayam, seperti yang terjadi di Manggarai. Jokowi menegur Sudin Pertamanan Jakarta Selatan yang dinilainya mengisi taman kota dengan tanaman-tanaman murahan. Padahal, anggaran yang tersedia mampu membeli jenis tanaman yang berkualitas.

"Untuk taman, kiranya ditanam dengan tanaman yang bernilai estetika tinggi. Jangan semuanya bakung saja yang harganya cuma 300 perak. Cari tanaman yang berkualitas, yang harganya Rp 500.000-Rp 600.000 pun kami bisa beli," kritik Jokowi.

Dia mengingatkan, semua yang telah ia sampaikan akan ia cek kembali. Sebab, semua yang disampaikan segera dicatat. Oleh karena itu, mantan Wali Kota Surakarta ini meminta semua yang diingatkan segera dilaksanakan. "Jangan berpikir 'Oh nanti pasti dia lupa'. Saya enggak akan lupa karena langsung saya catat. Semuanya akan saya cek lagi pada waktunya," kata Jokowi.
Read More →

Kisah Batu Nenek Desa Tanjung Pura


Bongkahan batu besar, yang apabila dilihat sekilas mirip kepala seorang nenek-nenek. Batu tersebut menjadi mitos dan sekaligus simbol di Desa Tanjung Pura di Dusun Tanjung Tedung, Kecamatan Sungai Selan, yang merupakan desa paling ujung di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng).

Batu tersebut, dikenal warga setempat dengan sebutan batu nenek. Namun, sayang keberadaan batu ini terancam karena abrasi air pantai. Maklum batu ini, berada tepat di bibir pantai, yang tidak jauh di lokasi yang rencana akan dibangun pelabuhan skala internasional.

Berdasarkan cerita turun temurun warga setempat, asal mula nama desa mereka erat hubungannya dengan batu tersebut.

Pada zaman dahulu, di daerah tersebut hidup sepasang suami istri, yang dikenal bernama Akek Antak dan Nek Antak. Kedua pasangan suami istri ini, tinggal di Desa Permis tetapi memiliki Umeh ( ladang-red) di daerah Dusun Tanjung Tedung.

Ketika itu, Akek Antak dikenal seorang tokoh yang disebut-sebut, memiliki ilmu kanuragan tinggi. Saat panen padi, dan padinya di jemur di rumah pondoknya seringkali hilang.

Kesal hasil panennya hilang, akhirnya Akek Antak memanggil peliharaannya berupa ular Tedung. Dan berpesan apabila ada yang mengambil padi di jemuran dan mengunakan baju biru, agar dipatuk saja.

Kemudian dia berangkat ke Permis untuk melihat kebunnya disana. Saat itu di Dusun Tanjung Tedung akan turun hujan.

Istri Akek Antak, yang dikenal bernama Nek Antak sedang berladang. Melihat padi sedang yang dijemur dirinya berinisiatif mengangkat jemurannya.

Naas dirinya yang saat itu, masih mengenakan baju biru untuk berladang. Ular Tedung yang berada tidak jauh dari penjemuran padi segera melaksanakan perintah tuannya, dan mematuk sehingga sang nenekpun tewas.

Singkat cerita, Akek Antak yang berada di Permis pulang kek dusun Tanjung Tedung. Betapa kagetnya, Akek melihat istri tercinta telah meninggal dunia dan menjadi batu.

Kemudian dirinya lalu melampiaskan kekesalannya dengan memotong-motong tubuh ular peliharaannya. Begitulah cerita, yang beredar di daerah tersebut, sehinggga daerah itu dinamakan Tanjung Tedung yang sekarang menjadi Desa Tanjung Pura. Nama desa diambil karena berada di Semenanjung dan nama tedung diambil dari nama ular Tedung.

Ketua BPD Desa Mastari mengatakan Batu nenek ini, rencananya akan dilestarikan dan dipugar.

"Rencana kita, batu ini, mau kita pugar, dan kita pelihara, sebagai simbol desa. Batu ini dulunya masih bagus, bahkan selendangnya juga masih ada. Tetapi mulai terkikis karena abrasi pantai. Maka rencananya mau kita pugar," imbuhnya.
Read More →

Wow...Anak-anak Buta Huruf Ethiopia ini Bisa Mainan Android

Penduduk desa di Ethiopia ini tingkat melek hurufnya mendekati Nol persen, artinya hampir semua buta aksara. Tapi dalam waktu 5 bulan anak-anak di desa ini bisa mengoprek tablet android, bahkan membongkar fitur yang disembunyikan.

Awal kisahnya begini. Sebuah program bernama One Laptop Per Child (OLPC) mencoba mengenalkan tablet Motorola Xoom kepada anak-anak di sebuah desa di bagian Afrika tersebut.


Ide ini sendiri datang dari Nicholas Negroponte, pendiri OLPC dan MIT Media Lab. Dia memberikan 1.000 unit tablet Xoom ke dua desa dengan perangkat lunak kustom. Desa yang dituju itu memang terbelakang, bahkan tingkat melek huruf masyarakatnya mendekati angka nol.

Pun demikian, kondisi tersebut tak lantas menutup hak mereka untuk mencicipi kemajuan teknologi. Hingga akhirnya, diberikanlah tablet Xoom tersebut tanpa guru ahli yang khusus mengajarkan bagaimana perangkat itu bekerja dan mengeksplorasinya lebih dalam.

Namun yang terjadi sungguh di luar dugaan. Hingga kurun waktu lima bulan, Negroponte dibuat terkejut dengan hasilnya.

"Kami meninggalkan tablet tersebut tanpa instruksi dan pengajar. Dalam waktu empat menit, salah satu dari mereka tidak hanya mampu membuka tablet tersebut, dia menemukan tombol on/off yang padahal belum pernah dilihat sebelumnya," lanjut Negroponte, seperti dilansir Fastcoexist.

"Selama waktu dua minggu, mereka menyanyikan lagu ABC dalam bahasa Inggris. Dan dalam lima bulan mereka telah mengoprek Android. Beberapa pekerja kami sebelumnya telah mematikan fitur kamera di tablet tersebut, dan anak-anak itu tahu ada kamera di tablet tersebut dan mereka menyalakannya dengan cara dioprek," imbuhnya.

Saat ini Negroponte masih akan terus memantau apa yang terjadi di desa tersebut.

Sekedar diketahui, OLPC merupakan program untuk memberikan tablet dan laptop khusus secara gratis ke sejumlah anak di negara-negara belum maju. Dua desa yang dimaksud adalah Wonchi dan Wolonchete. Letaknya sekitar 150 mil dari Addis Ababa.
Read More →

Berjalan T3lanjang & Nyanyi Saat Tidur Selama 12 Hari

Shannon Magee


 Seorang remaja asal Inggris menyanyi saat tidur selama hampir 12 hari.

Remaja tersbeut adalah Shannon Magee berusia 17 tahun. Dia mengalami kondisi langka yang dikenal sebagai sindrom Kleine-Levin.

Selama 12 hari tertidur, Shannon melewatkan hari perayaan ulangtahunnya, hari Natal, dan bahkan saat keluarganya berlibur ke Alpen.

Sindrom yang dideritanya membikin Shannon setidaknya mengalami tidur selama 22 jam sehari sediknya sekali dalam sebulan. Selama tertidur itu, dia berhalusinasi, dan berjalan telanjang tanpa sadar. Ketika tersadar, biasanya Shannon menjadi pemarah.

“Saya menyanyikan Lagu Haleluyah selama 4 hari. Tapi, saya hanya tahu refrainnya,” katanya.

Doktor yang mendiagnosis sindrom tersebut memberi obat epilepsi. Shannon merasa senang mendapatkan pengobatan dari dokter, namun dia khawatir gangguan tidur atau sindrom Kleine-Levin mengugurkan keinginannya menjadi seorang perawat.

“Seperti tersadar dari koma. Ingatan saya kosong, dan saya tidak tahu apa yang saya lakukan,” ujar Shannon kepada mirror.co.uk.

Penyakit atau sindrom yang dialami Shannon cukup langka. Di Inggris gangguan semacam ini dialami 45 orang.
Read More →

Wanita Ini Menyusui Monyet dengan P4yudaranya Sendiri








Seorang wanita asal Nanyang, Provinsi Henan, Cina, rela menyusui monyet lewat payudaranya sendiri. Bahkan tak hanya satu, tapi ada banyak bayi monyet yang Ia susui.

"Terkadang, beberapa bayi monyet naik ke tempat tidur kami di malam hari untuk menyusu, aku merasa mereka seperti anak-anak ku," ungkap Jiao Xinzhen yang kini tengah berusia 27 tahun, seperti dikutip Digital Spy.

Xinzhen memang sudah menikah, dan bayi-bayi monyet yang sering menyusu padanya adalah para siswa dari sekolah pelatihan monyet yang didirikan oleh suaminya, Huang Aiqing.

Saking senangnya dengan monyet, Ia dan istri bahkan mengadopsi salah satu monyet dari akademinya untuk menjadi teman bermain bagi sang anak, Ti.

Pria 34 tahun itu memang cukup terkenal diwilayahnya dalam jasa perekrutan monyet-monyet muda untuk dipekerjakan di film, sirkus, teater, pertunjukan jalanan, dan sebagainya.
Read More →

Gaun Tembus Pandang yang Dipakai Selebritis



























Read More →
Diberdayakan oleh Blogger.